Pembuatan Kolam Minimalis – Pernah merasa rumah kurang “hidup” atau pengap? Jangan khawatir, solusi segarnya mungkin lebih sederhana dari yang Anda bayangkan.
Ya, kolam ikan atau kolam hias berukuran mungil bisa jadi oasis pribadi di rumah Anda, bahkan di lahan yang terbatas sekalipun.
Kesan alami, gemericik air yang menenangkan, dan warna-warni ikan hias… siapa yang bisa menolak?
Pembuatan kolam minimalis itu tidak serumit membangun bendungan. Dengan perencanaan yang tepat dan semangat “Do It Yourself” (DIY) yang membara, Anda pasti bisa mewujudkannya.
Yuk, kita bedah langkah-langkah dari pembuatan kolam minimalis dengan santai!
Konsep Awal: Mau Bentuk Apa dan Ditaruh di Mana?
Sebelum mulai “main lumpur”, hal pertama yang harus diputuskan adalah konsep dan lokasi. Yang mana pembuatan kolam minimalis sangat identik dengan bentuk yang lebih mengutamakan serba simpel, seperti persegi, kotak, atau bahkan memanfaatkan sudut ruangan.
1. Lokasi Penempatan
Teras Depan: Biasanya berbentuk memanjang di pinggir dinding atau menempel di bawah tangga (jika ada). Ini akan jadi “Selamat Datang” yang keren untuk tamu.
Taman Belakang (Sempit): Bisa berbentuk bak mandi tinggi (raised pond) yang dilapisi batu alam, atau memanfaatkan dinding dengan tambahan air mancur mini (water feature).
Indoor (Dalam Ruangan): Seringkali menggunakan konsep kolam kaca rendah, mirip akuarium besar di lantai, atau natural water garden di sudut ruang.
2. Desain & Material
Karena kita bicara minimalis, hindari ornamen yang terlalu ramai. Fokus pada material yang memberikan kesan bersih dan alami:
Batu Alam: Wajib ada! Bisa untuk dinding kolam, air terjun mini, atau batu koral di dasar kolam.
Kaca: Untuk memberikan efek akuarium yang transparan dan modern.
Tanaman Air: Pilih yang perawatannya mudah, seperti eceng gondok mini, lotus kecil, atau tanaman air hias lainnya. Tanaman ini juga membantu menjaga kualitas air, lho!
Persiapan Alat dan Bahan: Jangan Sampai Ada yang Kurang!
Setelah konsep matang, saatnya berbelanja dan mengumpulkan peralatan. Ini daftar singkat yang biasanya dibutuhkan:
Peralatan: Sekop/cangkul (untuk menggali), meteran, waterpass (untuk memastikan kolam rata), ember, cethok.
Bahan Dasar: Batu bata, semen, pasir, waterproof coating (cat pelapis anti-bocor), kawat besi (opsional untuk kerangka yang lebih kuat).
Sistem Air: Pompa air (sesuaikan dayanya dengan volume kolam), filter kolam (sistem penyaringan adalah kunci agar air tidak butek), pipa air, dan selang.
Estetika: Batu alam/batu koral, tanaman air, dan lampu LED bawah air (agar kolam tetap kece saat malam).
Inilah 20 Bunga Terindah Untuk Sang Kekasih, So Sweet Banget!
Eksekusi: Langkah Demi Langkah Dalam Pembuatan Kolam Minimalis Sendiri
Mari kita mulai proses pembuatan kolam minimalis, dan anggap saja ini sesi olahraga ringan di rumah!
Yuk kita mulai:
1. Persiapan dan Penggalian Lahan
Tandai area yang akan digali sesuai bentuk dan ukuran yang sudah Anda tentukan. Ingat, dalam pembuatan kolam minimalis biasanya tidak memakan lahan yang terlalu besar, tapi pastikan kedalamannya memadai, terutama jika Anda ingin memelihara ikan koi.
Untuk kolam standar, sebaiknya untuk kedalaman minimal sekitar 40-60 cm sudah cukup agar ikan nyaman dan suhu air stabil.
Tips
Ada baiknya jika kita ingin membuat kerangka kolam ikan maka gunakan selang taman yang diisi air dan letakkan di tanah untuk membentuk garis luar kolam.
Ini merupakan cara termudah untuk memvisualisasikan bentuk kolam minimalis sebelum Anda mulai menggali lahan yang sudah Anda persiapkan.
2. Membangun Dinding dan Pondasi
Setelah lubang tergali, rapikan dasarnya. Sekarang saatnya menyusun bata atau mengecor beton sebagai dinding dan pondasi kolam. Pastikan pondasi kuat agar tidak mudah retak.
Jika menggunakan bata, susun rapi dan gunakan adukan semen-pasir. Jangan lupa pasang pipa untuk saluran air (saluran inlet dan outlet filter) sebelum proses finishing.
3. The Most Crucial Step: Anti-Bocor!
Ini dia bagian paling penting. Setelah dinding dan dasar terbentuk, segera plester dan aci permukaannya.
Setelah kering, lapisi seluruh permukaan bagian dalam kolam dengan cat pelapis waterproof. Proses ini harus dilakukan dengan teliti.
Kemudian Anda bisa melapisi beberapa kali sesuai petunjuk produk. Kolam bocor adalah mimpi buruk, jadi pastikan lapisan ini benar-benar sempurna!
4. Instalasi Filter dan Sirkulasi Air
Air kolam yang jernih adalah hasil kerja keras sistem filter. Kemudian pasang chamber filter (biasanya tersembunyi di samping kolam) dan pompa air.
Filter Mekanik: Berfungsi menyaring kotoran kasar (busa, kapas, japmat).
Filter Biologis: Berisi media yang menjadi tempat tumbuh bakteri baik untuk mengurai amonia (bisa berupa bioball, batu apung, dll.).
Kemudian Anda bisa memastikan jika pompa sudah terhubung dengan benar dan menciptakan sirkulasi air yang baik.
5. Sentuhan Akhir: Dekorasi dan Curing
Inilah bagian yang menyenangkan dari pembuatan kolam minimalis!
Hal pertama yang bisa Anda lakukan yakni menempelkan batu alam pada dinding kolam bagian atas (bibir kolam) atau buat air terjun mini.
Kemudian isi dasar kolam dengan batu koral (jika Anda suka) atau biarkan polos jika menggunakan keramik/warna cat yang menarik.
Isi air dan lalu jalankan sistem filter selama beberapa hari (minimal 2-3 hari). Proses ini disebut curing untuk menghilangkan zat-zat kimia (seperti alkali dari semen) yang bisa berbahaya bagi ikan.
Saatnya Mengisi Kolam!
Setelah air benar-benar jernih dan Anda yakin semua zat berbahaya sudah netral (curing selesai), barulah Anda bisa memasukkan ikan-ikan cantik pilihan Anda. Kemudian mulailah dengan jumlah ikan yang sedikit agar ekosistem kolam bisa beradaptasi.
Kolam minimalis Anda kini siap menjadi sudut favorit di rumah. Sehingga tidak hanya memperindah, kolam koi juga memberikan efek terapeutik yang menenangkan.
Siapa bilang lahan sempit tidak bisa punya taman air yang keren? Dengan pembuatan kolam minimalis setidaknya kita sudah berusaha memaksimalkan lahan terbatas agar lebih berguna.
Bagaimana, Anda sudah mulai terbayang dengan suara gemericik airnya? Selamat berkreasi!

Komentar