Jenis Bunga Tahan Panas – Siapa bilang mempunyai sebuah taman yang indah itu harus ribet, kalau pun tinggal di daerah yang mataharinya “galak” banget?
Nah justru itulah banyak banget lho jenis bunga tahan panas yang bisa bikin halaman rumah kamu tetap segar, penuh warna, dan auto-aesthetic tanpa perlu perawatan yang bikin pusing tujuh keliling.
Inilah Jenis Bunga Tahan Panas, Rekomended Banget!
Artikel ini akan mengajak kamu untuk lebih mengenal dengan para ‘pejuang’ di dunia bunga yang pantang layu meski dijemur seharian.
Dijamin, kamu bakal langsung semangat buat mulai berkebun!
1. Bougainvillea (Bunga Kertas): Sang Ratu Tahan Banting
Gak afdol rasanya kalau ngomongin jenis bunga tahan panas tapi gak nyebut Bougainvillea atau yang biasa kita kenal bunga kertas.
Kenapa Dia Kuat?
Suka nongkrong di bawah sinar matahari
Yang membuatnya unik, yakni semakin terik matahari menyinari, maka warna kelopaknya (sebenarnya adalah daun pelindung/braktes) akan semakin cerah dan “gonjreng”.
Perawatan chill
Tanaman ini terkenal sangat bandel. Kamu hanya cukup memastikan bahwa media tanamnya punya drainase yang bagus (alias air gak menggenang), dan siram secukupnya.
Jangan takut memangkas! Karena pemangkasan rutin ini justru akan semakin merangsang lebih banyak bunga agar bermunculan.
Tips santai
Kalau bunga kertas kamu kurang berbunga, ada baiknya kamu coba “puasakan” air sebentar (jangan disiram sampai tanahnya benar-benar kering), lalu siram lagi seperti biasa.
Yang mana cara seprti ini seringkali memicu tanaman untuk segera berbunga lebat!
2. Portulaca (Krokot/Bunga Pukul Sembilan): Si Mungil yang Ceria
Meskipun ukurannya kecil, Portulaca atau Bunga Krokot punya semangat yang besar. Dijuluki juga dengan sebutan “bunga pukul sembilan” karena biasanya mekar saat matahari mulai terbit dan memancarkan sinarnya yang paling intens di pagi hari.
Keunggulan portulaca
Tahan kekeringan
Portulaca termasuk salah satu jenis sukulen, yang artinya dia bisa menyimpan air di batang dan daunnya yang sangat tebal.
Jadi, kalau kamu lupa nyiram sehari dua hari, dia masih santuy.
Warna-warni meriah
Dilihat dari warna bunganya, biasanya terdiri dari merah menyala, kuning cerah, oranye, hingga pink lembut. Bunga ini sangat cocok banget buat kamu yang pengen punya ground cover alias penutup tanah yang penuh warna.
Gampang banget diperbanyak
Kamu cuma bermodalkan stek batang, sebentar juga sudah jadi tanaman baru. “Literally” cocok untuk para pemula.
3. Lantana: Bunga Mini dengan Kombinasi Warna yang Unik
Pernahkah kamu melihat bunga kecil-kecil yang warnanya dalam satu tangkai bisa berubah-ubah? Nah, itulah bunga lantana.
Salah satu jenis tanaman semak berbunga ini merupakan favorit bagi para lebah dan kupu-kupu.
Kelebihan
Bikin taman lebih hidup
Duberkahi dengan bunga yang berwarna-warni inilah yang membuat bunga yang satu ini akan menjadikan taman kamu lebih hidup, asri dan berwarna.
Penyerap panas
Lantana adalah tanaman tropis sejati yang bisa tumbuh subur dan mekar sepanjang tahun meskipun diterpa oleh cuaca yang sangat panas.
Minim drama
Bunga lantana ini bisa tumbuh baik di berbagai kondisi tanah, bahkan di tanah yang kurang subur sekalipun. Sering-seringlah memangkas agar bentuknya rapi dan bunganya semakin banyak.
4. Zinnia (Kembang Ratna): Bunga Cut Flower Idaman
Buat kamu yang suka memotong bunga untuk dipajang di vas, Zinnia adalah pilihan yang tepat. Bentuk bunganya bulat padat dengan kelopak bertumpuk, dan yang paling penting: sangat mencintai sinar matahari!
Kebutuhan zinnia
Matahari penuh
Zinnia sangat membutuhkan setidaknya 6-8 jam sinar matahari penuh setiap hari agar bunganya mekar sempurna dan sehat.
Penyiraman teratur
Meskipun tahan akan cuaca panas, bunga zinnia tetap membutuhkan air, terutama saat baru ditanam. Sebaiknya kamu siram secukupnya, hindari saat menyiram jangan sampai air menggenang.
5. Marigold (Kenikir): Si Cantik Pengusir Hama
Marigold atau sering juga disebut Kenikir, selain punya warna kuning dan oranye yang hangat, juga punya bonus: aroma khas yang bisa mengusir hama (terutama nematoda di tanah).
Keuntungan Menanam Marigold
Perawatan super mudah
Siram teratur, dan kemudian kamu biarkan tanahnya mengering sempurna sebelum disiram lagi. Ya cuma sesederhana itu kok!
Bunga non-stop
Kalau kamu rajin membersihkan bunga yang sudah layu (deadheading), hasilnya Marigold akan terus memproduksi bunga-bunga yang baru.
6. Kamboja Jepang (Adenium obesum): Si Seksi Tahan Kekeringan
Jangan tertipu dengan namanya, Kamboja Jepang atau Adenium ini aslinya berasal dari daerah kering di Afrika dan Timur Tengah.
Batangnya yang tebal (caudex) berfungsi sebagai gudang penyimpanan air, mirip seperti kaktus.
Karakteristik unik
Mekar sepanjang tahun
Kalau dirawat dengan benar, bunganya yang eksotis dengan warna cerah (merah, pink, putih) bisa mekar tanpa henti.
Benci air berlebihan
Ini penting! Adenium lebih baik kekurangan air daripada kelebihan. Media tanamnya harus sangat porous (berpasir) dan drainasenya super lancar.
7. Hibiscus (Kembang Sepatu): Tropis dan Mempesona
Bunga besar dan cantik ini adalah pemandangan umum di negara tropis seperti Indonesia. Kembang Sepatu atau Hibiscus menyukai kehangatan dan tidak masalah dengan sinar matahari penuh.
Perawatan kembang sepatu
Butuh ngemil
Karena bunganya besar dan sering mekar, Kembang Sepatu termasuk tanaman yang “rakus” nutrisi. Berikan pupuk secara teratur agar bunganya rajin muncul.
Jaga kelembaban tanah
Walaupun tahan panas, ia tidak tahan kekeringan total. Pastikan tanahnya tetap lembap, terutama saat cuaca sangat terik.
3 Tips Merawat Bunga Tahan Panas Bagi Pemula
Meskipun disebut “tahan panas”, mereka tetap makhluk hidup, guys. Berikut tiga tips sederhana agar mereka tetap bahagia
1. Penyiraman di Waktu yang Tepat
Siramlah di pagi hari (sebelum jam 9) atau sore hari (setelah jam 4). Menyiram saat matahari lagi terik-teriknya bisa membuat air cepat menguap, atau bahkan tetesan air yang menempel di daun malah bertindak seperti kaca pembesar yang membakar daun.
2. Drainase yang Baik
Pastikan pot atau lahan tanam kamu punya drainase yang super baik. Bunga tahan panas umumnya lebih takut kaki basah (akar busuk karena terendam air) daripada kepala panas (terkena sinar matahari).
3. Mulsa (Penutup Tanah)
Ada baiknya jika kamu bisa menambahkan lapisan penutup tanah (mulsa) dari sekam, kerikil, atau daun kering di sekitar pangkal tanaman.
Hal ini akan membantu untuk menjaga kelembaban tanah dan menghindari akar dari panas berlebih.
Kesimpulan
Dengan memilih jenis bunga tahan panas seperti di atas, maka kamu gak perlu lagi khawatir tamannya layu dan kering saat musim kemarau datang.
Jadi, bunga mana yang mau kamu adopsi duluan?




Komentar